BADAI Matahari sekarang ini jadi perbincangan serius oleh
semua masyarakat dunia. Baik lewat berbagai informasi di website maupun
buku-buku yang diterbitkan para ahli antariksa. Bagaimana tidak? dengan
adanya badai matahari, maka isu yang berkembang tentang kiamat di tahun
2012 pun makin terus mencuat. Berikut penjelasan National Aeronautics
and Space Administration (NASA).
NASA memang sempat melaporkan akan adanya badai matahari periode
2012-2013. Badai besar dan tsunami besar juga akan menyapu lautan
Convenyor Belt di mana Indonesia juga jadi bagiannya.
Dalam 6 tahun terakhir masyarakat dunia telah menyaksikan berbagai
bencana besar. Di mulai dengan tsunami akhir Desember 2004, badai
Katrina, gempa di atas 7 skala Richter di Haiti, Chile, China dan
terakhir letusan gunung yang sudah lama tidur di pulau tenang Islandia.
NASA menjelaskan soal solar maksimum adalah periode aktivitas matahari
terbesar dalam siklus matahari. Selama solar maksimum, sunspot atau
bintik matahari muncul.
Berlawanan dengan solar minimun, solar maksimum adalah saat di mana
medan magnetik matahari paling terdistorsi karena medan magnet di
ekuator matahari berputar sedikit lebih cepat daripada di kutub
matahari. Siklus matahari terjadi rata-rata sekitar 11 tahun dengan
variasi antara 9 dan 14 tahun.
Kini peneliti di NASA telah secara resmi mengumumkan badai matahari akan
terjadi. Pemberitaan resmi NASA tentang solar maksima yang diperkirakan
akan terjadi pada tahun 2012 diumumkan di web resminya. Di situs itu,
NASA mengatakan pada 2012 polar matahari memiliki titik didih yang
sangat tinggi, artinya bumi akan menerima panas 3-5 kali lebih besar
dari sekarang.
Selain itu, NASA memberitakan akan adanya badai besar dan tsunami besar
di tahun 2012, di wilayah lautan sekitar Convenyor Belt di mana
Indonesia adalah bagian dari Convenyor Belt tersebut.
NASA mengklaim jika hal ini terjadi, 2/3 populasi di bumi akan lenyap.
Namun kedua informasi ini kemudian dihapus oleh NASA. Mereka belakangan
sadar jika hal ini disebarkan dari sekarang secara resmi, maka kekacauan
dunia akan terjadi, penjarahan di mana-mana dan global panic. Itu
sebabnya mengapa NASA kemudian menghapus informasi itu dari websitenya. Namun penghapusan informasi itu tidak menghentikan para scientist
mengumumkan hasil penelitiannya yang menganggap bahwa masyarakat dunia
mempunyai hak untuk mengetahui apa yang akan terjadi agar dapat
mempersiapkan dirinya dengan baik.
Badan Antariksa Amerika NASA menjelaskan, badai radiasi matahari tidak
membahayakan kehidupan manusia di bumi. NASA menjelaskan semburan lidah
api dari korona matahari (CME) telah bertabrakan dengan medan magnet
bumi pada 24 Januari 2012.
"Hal itu diperkirakan mencapai magnetosfer bumi --selaput magnetik yang
menyelimuti bumi-- pada 24 Januari lalu," demikian pernyataan NASA.
Menurut NASA Pusat Prakiraan Cuaca Antariksa, NOAA, telah
mengkategorikannya sebagai badai "besar" dengan level S3 (dimana tingkat
S5 sebagai yang tertinggi). "Badai radiasi matahari dapat mempengaruhi pengoperasian satelit dan
penyiaran gelombang pendek radio," kata NASA yang menjelaskan hal itu
tidak akan melukai manusia.
Tumbukan tersebut menyebabkan aurora dapat dilihat di langit yang tinggi
dan NASA memperkirakan aurora juga bisa disaksikan di langit yang lebih
rendah.
Ilmuwan senior dari NASA memprediksi bumi bakal dihantam energi magnetik
dengan level kekuatan yang tidak pernah terjadi dari percikan api
matahari setelah matahari 'terbangun dari tidur lelapnya' sekitar tahun
2013. Hal tersebut diungkapkan sang ilmuwan kepada The Daily Telegraph.
Dalam peringatan terbarunya, NASA mengatakan badai besar bakal
menghantam seperti 'gulungan petir'. Badai tersebut bisa memicu dampak
yang sangat merusak terhadap kondisi di bumi serta gangguan pelayanan
darurat dan keamanan nasional jika tidak ada langkah antisipasi diambil.
Para ilmuwan memperkirakan badai tersebut bisa merusak semua sistem
layanan darurat, peralatan rumah sakit, sistem perbankan, dan peralatan
kendali lalu lintas udara. Badai itu bahkan bisa merusak peralatan
seperti iPods dan komputer.
Karena ketergantungan manusia dengan peralatan elektronik yang sangat
sensitif terhadap energi magnetik, badai tersebut bisa menyebabkan
kerusakan dengan nilai kerugian puluhan juta pound. “Kami tahu itu akan
datang. Tetapi, kami tidak tahu pasti seberapa buruk dampaknya,” ujar
Direktur Divisi Heliophysic NASA, Richard Fisher.
“Itu akan merusak peralatan komunikasi seperti satelit dan navigasi
mobil, lalu lintas udara, sistem perbankan, komputer kami, semua alat
elektronik. Itu akan memicu masalah besar bagi dunia,” lanjut Fisher.
“Listrik di kawasan yang besar bakal padam dan perbaikan kerusakan
tersebut bakal sulit karena membutuhkan waktu lama,” imbuhnya. Dalam
wawancara dengan The Daily Telegraph, Fisher menambahkan, “Berbagai
sistem bakal mati. Percikan yang besar dan seperti gulungan petir
mengubah medan magnetik di bumi. Itu adalah efek matahari.”
Sebuah konferensi soal cuaca di luar angkasa yang digelar di Washington
DC pekan lalu juga membahas hal tersebut. Konferensi itu sendiri
dihadiri para ilmuwan NASA, pembuat kebijakan, peneliti, dan pejabat
pemerintahan.
Meski sebelumnya peringatan serupa telah diungkapkan banyak ilmuwan,
penjelasan dari Fisher merupakan peringatan yang paling komprehensif.
Fisher, 69 tahun, mengatakan badai yang membuat matahari mencapai
temperatur lebih dari 5.500 Celsius terjadi hanya beberapa kali dalam
kehidupan seseorang.
Setiap 22 tahun, siklus energi magnetik matahari mencapai puncak
sementara percikan matahari mencapai level maksimum setiap 11 tahun.
Menurut Fisher, dua kejadian tersebut bakal terjadi bersamaan pada 2013
sehingga memicu level radiasi yang tinggi.
Ilmuwan yang telah bekerja di NASA selama 20 tahun ini mengatakan
sebagian besar wilayah bumi terancam padam selama beberapa bulan, meski
itu sulit terjadi.
Menurut Fisher, skenario yang paling mungkin terjadi adalah kawasan
seperti Eropa dan Inggris yang memiliki kabel listrik yang rentan bakal
mengalami listrik padam selama beberapa jam bahkan beberapa hari.
Menurut Fisher, persiapan terhadap bencana tersebut mirip dengan
antisipasi terhadap angin ribut. Pemerintah tahu bencana tersebut
semakin dekat, tetapi mereka tidak tahu seberapa serius ancamannya.
Akademi Ilmu Pengetahuan Nasional Inggris dua tahun lalu memperingatkan
bahwa kabel-kabel listrik, sistem navigasi GPS, lalu lintas udara,
layanan finansial, dan komunikasi radio darurat bakal 'mati karena
dihantam aktivitas matahari yang intens.” Akademi tersebut
memperingatkan badai matahari yang sangat kuat, bisa memicu 'kerusakan
ekonomi 20 kali lebih besar dari Badai Katrina'. (berbagai sumber)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar